Cara Hemat Jalan-Jalan di Eropa

Akhir Oktober sampai awal November 2017 kemarin saya sama istri jalan-jalan di Eropa. Dalam 15 hari, 7 kota dan 6 negara kami kunjungi. Istri saya sebelumnya belum pernah menginjakan kaki di tanah eropa jadi ia sangat antusias dan bersemangat. Saya sendiri dengan ini sudah 3 kali, namun sebelum-sebelumnya selalu dibayarin, jadi baru kali ini pake uang sendiri. Sebenarnya ini sambil kerja juga ada meeting dikit-dikitlah, cuma sayangnya engga dibayarin kantor.

Karena pake uang sendiri jadi mesti pinter-pinter ngaturnya. Dan ternyata lumayan sukses. Daily budget kami di sana sekitar 40-euro (in average) untuk makan, belanja-belanji dan local transport. Itu relatif murah, pertama karena itu biaya untuk 2 orang, dan saya pernah liat video orang yang jelasin tentang perjalanan hemat dia di eropa itu daily budgetnya 25-usd. Jadi lebih hemat kami lah ya..

Apa aja tipsnya? Simak di bawah ini:

Tips Menghemat Biaya Transport ke dan di Eropa!

1. Cari tiket murah di situs-situs ini
Saya biasanya cari tiket murah itu di situs-situs: Cheapflights.com atau Kayak.com atau Google Flight. Setelah dapet kira-kira yang sesuai budget atau paling murah, daftarlah jadi member juga di website resmi si maskapainya, barangkali ada promo-promo langsung yang bisa di dapat. Selain promo langsung, bisa juga buat kumpulin miles untuk jalan-jalan berikutnya.

2. Cari alternatif kota keberangkatan dan tujuan
Ini penting biar bisa dapat harga yang lebih ekonomis. Contohnya begini, seringkali penerbangan dari jakarta itu lebih mahal, makanya kemarin kami cari yang dari Kuala Lumpur. Kami dapat IDR 7-juta untuk 2 orang, berangkat KL, tujuan London, maskapai British Airways. Kami bandingkan masih jauh lebih murah beli tiket Bandung-KL dan KL-London, dibandingkan Jakarta-London langsung.

Selain itu, pas udah di Eropa juga penting cari alternatif kota atau bahkan rute. Yang paling ekstrim kami lakukan diperjalan kemarin itu adalah kami reverse rute yang awalnya sudah kami tentukan. Awalnya kami dari Jerman mau ke Prancis, lalu Swiss, lalu Austria dan terakhir Ceko. Lalu ternyata lebih ekonomis dan juga lebih seru kalau kita ke Ceko dulu. Intinya coba fleksibel dan sering-sering cari alternatif.

3. Cari penerbangan weekday

Tidak ada waktu spesial untuk membeli tiket biar dapat pasti murah. Perjalanan 2017 kemarin saya beli bulan agustus pertengahan untuk berangkat 24 oktober (sekitar 2 bulan sebelum). Terus juga ada yang bilang “Belilah tiket hari selasa atau kamis karena lebih murah dibanding hari lainnya“, kalau menurut saya itu engga benar, sebenarnya sama aja kapan searching-nya, yang penting clear cache atau pake incognito ketika browsing. Tapi yang pasti harga tiket penerbangan weekend (jumat-minggu) lebih mahal dari harga tiket penerbangan weekday (senin-kamis).

4. Gunakan Goeuro.com untuk cari opsi transportasi di Eropa
Di situs ini kita bisa nge-bandigin harga dan waktu 3 moda transportasi (bus, kereta dan pesawat) untuk rute lintas kota/negara. Sering orang bilang “Jalan-jalan di eropa lebih efisien pakai kereta malam, karena hemat biaya penginapan“, menurut saya belum tentu juga. Harus rajin-rajin membandingkan kombinasi harga, waktu dan ittenerary kita.

Tampilan pencarian di goeuro.com

Dulu 2011, saya sama teman-teman pake Eurorail Pass (tiket kereta dalam bentuk paket beberapa negara sekaligus dalam kurun waktu tertentu) untuk keliling eropa. Harganya relatif cukup terjangkau, namun bila dibandingkan, menurut saya perjalanan 2017 lebih hemat dan memuaskan. Alasan pertama, tahun 2011 itu saya masih 23 tahun, dan ada diskon untuk youth (di bawah 26 tahun), jadi kalau sekarang pake eurorail pasti lebih mahal. Alasan kedua, opsinya hanya terbatas kereta, kalau 2017 ini saya pake semua moda transportasi.

5. Cari paket transportasi lokal dan tourist discount

Setelah tips transportasi 1-3 bahas general dan cara hemat ke eropanya, dan tips ke-4 bahas transportasi antar kota/negara. Nah, tips ke-5 ini bahas tips hemat transportasi di dalam kota.

Semua kota besar di Eropa sudah punya sistem yang terintegrasi untuk semua moda transportasi publiknya (biasanya paling engga terdiri dari Bus, KRL dan Trem), artinya 1 tiket bisa untuk semua transportasi publik. Tiap kota rate-nya beda-beda, cuma setiap kota punya paket yang bisa bikin lebih hemat. Misal single trip (sekali jalan) itu normalnya 2-euro, tapi kalau beli yang paket 1-day pass paling cuma 7-euro. Ada juga paket-paket lainnya seperti 3-day-pass atau 7-day pass, dsb.

Contoh Transportasi di Wina

Perhatikan juga zonanya, jadi kalau rencana perjalanan kamu di kota tersebut cuma di sekitaran zona A, engga perlu beli tiket yang meng-cover seluruh zona ABC, karena harganya berbeda. Dan engga perlu bingung tentang zona atau rate ini, karena hampir di semua statiun dan terminal antara kota/negara ada peta gratisan tentang zona dan transportation-line yang ada di kota tersebut. Atau bisa googling dulu, di bus/kereta antar negara dan stasiun-stasiun besar ada wifi gratis.

**

Tips menghemat biaya makan di Eropa!

1. Cari roti atau makanan yang tinggal ngangetin aja di Supermarket

Kalau di Indonesia jenis-jenis roti kayak baguette, rye bread dan croissant kesannya bukan roti convenience store atau super market, pasti dijualnya di bakery khusus atau toko oleh-oleh lah. Beruntungnya di Eropa, roti-roti tersebut tersedia di mana-mana, dan rasanya enak (lebih enak dari Breadtalk jelas). Harganya pun masih sen-senan, engga nyampe 1-euro. Kalau yang harganya udah di atas 1-euro enaknya super saiya 4. Jadi walau saya bukan penggemar roti, tapi ketika di sana saya enjoy banget makan roti.

Selain roti, cold-dish kayak sushi yang dijual super market juga enak dan murah sebenarnya. Juga ada makan-makanan yang tinggal ngangetin aja di microwave itu murah meriah. Intinya carilah makanan di super market kalau mau hemat.

2. Kebab, Fish-&-Chip dan Chinnese Food

Kebab itu jadi makanan rutin kami, malah jadi misi kami dalam perjalanan untuk membandingkan kebab mana yang paling enak di tiap negara yang kami kunjungi. Nanti kalau video-nya ketemu saya coba upload. Kenapa sering kebab? pertama karena halal, kedua karena enak-daging dan porsinya ngenyangin, ketiga karena murah. Kebab harganya sekitar 3-5-euro per porsi. Jadi lumayanlah.

Selain kebab yang favorit juga Fish & Chip dan chinnese food (chinnese box take away atau resto chinnese juga relatif terjangkau). Cuma kalau chinnese food paling mie-mie-an, tahu dan daging ikan, soalnya agak sulit nanya tentang halal atau engganya.

Fish & Chip dan Mie di Resto Chinnese (lupa namanya)

**

Tips menghemat biaya penginapan di Eropa!

1. Punya temen yang tinggal di sana

Ini jelas banget. Kebetulan kami punya teman di potsdam yang bisa direpotin yaitu Arinda dan Mas Yan. Haduu jadi keenakan dan kebablasan nginep 2-3 hari di apartementnya. Wkwk..

Kiri-Kanan: Arinda, Mas Yan, Ikram, Istriku, Aku

Kalau kamu yang baca tulisan ini engga punya teman, coba kontak anak-anak PPI (Persatuan Pelajar Indonesia), denger-denger mereka punya program semacam nge-AirBnB-in apartement-apartment mahasiswa indonesia di sana.

2. Pilih AirBnB

Ini jelas banget AirBnB jauh lebih murah dan lengkap fasilitasnya di banding kamar hotel. Menang banyak deh, dapat kamar yang lebih luas, dapat dapur sharing dan umumnya boleh pakai peralatan dapurnya (kompor, microwave, dll), boleh pake mesin cuci dan yang paling penting itu nambah teman dan kenalan plus sedikit-sedikit belajar budaya dan bahasa.

Ada host kami ketika di Wina itu baik banget. Bukan cuma “minjemin” apartementnya, dia jemput kami di stasiun, dia juga ngasih banyak rekomendasi tempat wisata dan makanan yang enak-enak. Dia bule asli, tapi cinta banget Asia, dia ambil kuliah semacam jurusan asia culture atau HI khusus Asia, semacam itulah. Malah dia bisa Bahasa Cina. Jadi kita temenan sekarang, rencana dia akan ke Indonesia, gantian akan kami service.

Elis, Host kami di Wina, dan sekilas penamapakan apartementnya

Lain lagi host kami pas di Paris. Anak (mahasiswa) dan Bapaknya. Mereka keturunan turki, cuma bisa bahasa prancis, dan kami engga bisa Bahasa Prancis. Jadilah banyak kelucuan-kelucuan yang luar biasa terjadi ketika kita berkomunikasi.

Paling tips dari saya, benar-benar baca deskripsi, lihat comment, lihat rating  yang ada di AirBnB-nya (lebih bagus yang sudah terverifikasi). Pahami dan tanya email-emailan dulu dengan host-nya kalau ada yang membingungkan. Biasanya terkait jam checkin dan checkout, fasilitas dan sebagainya. Dan enaknya juga karena mereka bukan hotel (yang punya SOP baku), jadi sebenarnya hampir semua hal bisa didiskusikan (waktu checkin,checkout, dsb) dan dikompromikan bersama.

3. Manfaatkan promo atau diskon hotel

Sebenarnya selama di Eropa kemarin itu kami cuma nginap di hotel itu 2 hari. Karena dapat promo (walau tetap mahal kalau dibandingkan dengan AirBnB). Hotel bintang 3 itu kami dapet kalau dirupiahkan sekitar 700-ribu per malam, sedangkan kalau AirBnB itu dengan banyak kelebihan seperti yang saya jelaskan di atas itu sekitar IDR 200-600-ribu per malam.

Tapi kalau memang full backpacker, ada juga hostel budget yang murah, yang dengan konsep dorm, jadi sekamar itu bisa ada 6 atau 8 bed. Bisa cek di hostelbookers.com‎ atau hostelworld.com.

**

Tips belanja murah di Eropa!

1. Belanja di Negara yang kurs-nya paling murah

Negara-negara yang kami kunjungi itu engga semuanya pakai euro, di Praha-Ceko mereka pake CZK, di Zurich-Swiss mereka pake CHF, walau ada juga yang nerima euro, tapi harganya jadi lebih mahal. Kami paling banyak beli-beli barang (pakaian, asesoris, dan pajangan) itu di Berlin dan Praha.

Berlin jadi opsi, karena jelas karena koper kami tinggal di Berlin, sehingga ketika keliling engga mungkin juga belanja banyak (cuma bawa backpack), dan memang sudah ngincer second-handed market dan branded shopping areanya . Praha jadi opsi, karena kursnya lebih murah, kalau dengan budget kami 40-euro sehari, dikonversi ke CZK itu kami dapat lebih dari 1000-CZK, dan ini bukan cuma konversi aja, tapi memang value-nya lebih tinggi. Jadi ketika jalan-jalan di Praha, kami berasa kaya raya. Beli kopi murah, transportasi murah, belanja lain-lain pun demikian.

Sangat berbeda ketika kami berada di Zurich, baru sebentar saja rasanya uang sudah habis. Sepertinya memang di Zurich itu harga-harga 1,5x lipat lebih mahal di banding kota lainnya di Eropa. Mangkanya kami di Zurich kami engga jajan dan belanja, cuma oleh-oleh saja.

2. Second-handed market

Second-hand ini kesannya diremehkan banget di Indonesia, tapi percayalah kalau keluar negeri pasti saya sempatkan ke toko second-hand. Bukan cuma nyari buku atau mainan, tapi pakaian juga. Karena negara-negara yang 4 musim, relatif menggunakan barangnya engga akan sampai rusak, baru 3 bulan sudah ganti tren. Jadi barang masih bagus, dan kalau betah nyarinya bisa dapat yang branded juga.

Kalau di Berlin saya beli biasanya di Humana, yang paling besar ada di dekat Alexanderplatz (1 lantai sekitar 400-500 meter persegi) dan Friedrichstrasse (4-5 lantai). Sebenarnya senang juga ke pasar barang loaknya, cuma sayangnya engga kesampean kemarin.

3. Branded shopping area

Designer Outlet Berlin

Tempat belanja di Berlin itu banyak, yang paling terkenal itu di daerah Kurfürstendamm, semacam Champs-Élysées-nya Paris atau Riau-nya Bandung kali. Cuma ya itu MAHAL. Alternatif murahnya ada namanya Designer Outlet Berlin (DOB), sebenarnya udah bukan termasuk Berlin sepertinya, soalnya naik kereta aja bisa makan waktu 30 menit.

Tapi ini worth banget. Banyak toko-toko barang bermerk di sini dan banyak diskonya. Sebagai perbandingan saya pernah melihat sepatu kalau beli di Kurfürstendamm itu harganya 60-euro, kalau di DOB bisa 40-euro. Dan kalau di Indonesia saya lihat sepatu itu lebih dari IDR 1-juta.

**

Itu kira-kira tips dari saya tentang bagaimana cara hemat jalan-jalan di Eropa. Kalau ada pertanyaan, tanggapan dan tips lainnya tulis di kolom komentar ya. Thx.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *