7 Tahun Gojek dan Belajar Memahami Proses Startup Bisnis

Barusan buka aplikasi gojek dan lihat gambar (disamping) ini.
*
Sebagai perusahaan yang memiki impact & value yang besar, 7 tahun proses gojek sampai dititik ini menurut saya tergolong cepat. Coba saja bandingkan dengan perusahaan transportasi, logistik dan payment lainnya.

Tapi proses yang cepat ini wajar, karena gojek adalah startup. Dan dari beragam definisi startup yang ada, yang saya pahami startup itu berambisi untuk menguasai pasar dengan cepat.

Karena syaratnya adalah “menguasai pasar dengan cepat” maka aturan umum tidak berlaku pada startup. Seperti misalnya aturan kalau bisnis mau buka cabang maka owner bisnis mesti menyisihkan revenuenya untuk pengembangan. Kalau dengan aturan ini perlu waktu lama untuk pengembangan, maka engga bisa startup begini, karena karakternya harus cepat. Opsi membuka investasi dengan metric selain laba-rugi lebih cocok untuk startup. Read More

Service vs Product

Sekitar seminggu yang lalu saya sempat berkumpul dengan teman-teman Mentor Bisnis BEKUP (BEKRAF for pre-startup) dari 15 kota se-Indonesia. Berkumpulnya mentor-mentor ini dalam rangka ToT (Training of Trainer) dan berdiskusi tentang kurikulum yang akan dibawakan dalam program BEKUP. Bagi yang belum tahu, BEKUP itu program pengembangan talenta dan startup bisnis yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Masyarakat Industri Kreatif dan Teknologi Informasi (MIKTI).

Koordinator Mentor BEKUP 2017 (sumber: https://autotekno.sindonews.com/read/1221909/133/105-mentor-siap-bantu-startup-digital-di-15-kota-indonesia-1500393604)

Dalam salah satu materi yang saya bawakan, kami membandingkan antara startup bisnis yang berbasis produk dan berbasis servis. Kami pada saat itu membahasnya dalam konteks finansial dan skalabilitas, berikut beberapa hal yang kami bahas pada saat itu. Read More

The Startup Game

Ceritanya pertengahan maret dua bulan yang lalu saya pergi ke Sydney. Sebagai representasi Nuesto Tech, saya ikut short-course yang diselenggarakan oleh Australia Awards dan Queensland University of Technology yang mengulas tentang per-startup-an. Course-nya sendiri sebenarnya di tiga kota: Sydney, Adelaide dan Brisbane. Hanya untuk kepentingan cerita ini saya cerita Sidney-nya saja, karena memang bukan mau cerita tentang Course-nya. Maybe next time cerita tentang course-nya.

Sydney & Board Game.

Sebelum berangkat saya tahu dari beberapa kawan bahwa Sydney itu surganya Tabletop Game (istilah untuk permainan yang dimainkan di atas meja, seperti board game, card game, dice game, dsb). Cafe-cafe board game di sana hidup dan ramai. Katanya juga industri game publisher juga bersemi di sana, dan banyak game-game baru yang mungkin sulit dicari ada di sana. Jadilah ada juga teman yang nitip beliin. Inginnya buka jasa titip sih, tapi apa daya koper terbatas. Read More

The Third Wave: An Entrepreneur’s Vision of the Future

Ceritanya seminggu yang lalu saya baru saja “membaca” (via Blinkist)  buku Steve Case yang berjudul The Third Wave: An Entrepreneur’s Vision of the Future. Bagi yang belum tahu, Steve Case adalah seorang Web dan Internet Pionir, dia salah seorang arsitek gelombang internet pertama. Dia mendirikan AOL tahun 80-an. Dia juga adalah CEO dari Revolution, sebuah perusahaan investasi di Amerika Serikat.

Buku ini menurut saya sangat menarik.  Steve memprediksi saat ini kita tengah memasuki satu babak baru dari sebuah revolusi teknologi informasi. Babak baru yang dia sebut sebagai gelombang ketiga (third wave).

Gelombang pertama terjadi pada periode tahun 1985-1999. Pada masa itu perusahaan-perusahaan seperti IBM, Microsoft, Apple dan AOL membuat pondasi dan infrastruktur untuk pengguna internet. Mereka membuat hardware, software dan networks sehingga internet bisa tersedia dalam kehidupan sehari-hari. Read More