The Startup Game

Ceritanya pertengahan maret dua bulan yang lalu saya pergi ke Sydney. Sebagai representasi Nuesto Tech, saya ikut short-course yang diselenggarakan oleh Australia Awards dan Queensland University of Technology yang mengulas tentang per-startup-an. Course-nya sendiri sebenarnya di tiga kota: Sydney, Adelaide dan Brisbane. Hanya untuk kepentingan cerita ini saya cerita Sidney-nya saja, karena memang bukan mau cerita tentang Course-nya. Maybe next time cerita tentang course-nya.

Sydney & Board Game.

Sebelum berangkat saya tahu dari beberapa kawan bahwa Sydney itu surganya Tabletop Game (istilah untuk permainan yang dimainkan di atas meja, seperti board game, card game, dice game, dsb). Cafe-cafe board game di sana hidup dan ramai. Katanya juga industri game publisher juga bersemi di sana, dan banyak game-game baru yang mungkin sulit dicari ada di sana. Jadilah ada juga teman yang nitip beliin. Inginnya buka jasa titip sih, tapi apa daya koper terbatas. Saya sendiri sebenarnya engga addict banget ke board game, hanya saja di rumah memang saya dan istri mulai koleksi Monopoli (spesial kota atau tema tertentu), sebelum engeh kalau Monopoli juga termasuk board game. 😀

Suasana di Good Games Town Hall

Di Sydney saya cuma lima hari, dan waktu kosong itu sangat terbatas. Tapi untungnya masih bisa disempet-sempetin cari cafe board game. Ketemulah beberapa, sempat main ke Nerd Cave dan Good Games Town Hall. Suasana dan komunitasnya udah kebangun banget di sana. Seru abis. Mudah-mudahan komunitas dan industri board game di Indonesia juga makin rame kedepannya.

Namun saya ketemu dengan game yang jadi highlight cerita ini justru bukan di dua cafe tersebut atau di course yang saya ikuti. Saya nemunya di Toko Buku Kinokuniya, di The Galeries lantai 2. Awalnya niat ke Kinokuniya cuma cari buku bisnis dan Upside Down Map, tapi ternyata malah nemu game ini. Jadi kalau diibaratkan cerita romansa, cerita ini dimulai dengan pertemuan tak terduga, lalu jatuhlah si cinta pada pandangan pertama, lalu merid. ^^”

Upside Down World Map

Hari itu Kinokuniya tutup jam 5 sore dan si saya datang ke lokasi sepuluh menit sebelumnya. Upside Down Map dan buku yang diincer mudah ditemukan. Setelah itu entah kenapa tiba-tiba pandangan mata ini jatuh ke rak buku dimana game ini berada. Toko pun sudah mau tutup, jadi tanpa pakai banyak pertimbangan saya beli 1 dek game ini. Malamnya saya buka, besoknya balik lagi dan langsung beli 3 dek. Game ini dari Belanda, saya beli beberapa karena dugaan saya game ini belum ada di Indonesia, biar bisa dibagi-bagi ceritanya.

Rule of the Game.

Back to the main topic. The Startup Game adalah card game. Bisa dimainkan 2-4 orang. Terdiri dari 60 kartu, terbagi ke dalam 6 kategori yang diadaptasi dari 6 tahap waypoints dari creation sampai realisation yakni:

  1. Define,
  2. Discover,
  3. Design,
  4. Develop,
  5. Deliver,
  6. Drive.

Setiap lembar kartu memiliki insight dan pertanyaan sesuai kategori/tahapnya masing-masing. Pertanyaan-pertanyaannya pun unik dan membantu kita untuk menstrukturkan ide. Beberapa contoh pertanyaan adalah seperti “How do the people in my company dress to work?” pada tahap Define, “What would be a subtitute or alternative for my product or service?” pada tahap Discover, “What would be a reason for me to give up?” pada tahap Develop, dan banyak lagi.

Untuk sedikit lebih memahami enam waypoint ini di bawah ini saya screenshoot tentang penjelasan per tahap/kategorinya.

Penjelasan 6 Tahap/Kategori

Cara main game ini juga sebenarnya startup banget, karena setiap pemain akan melakukan pitching jawaban mereka untuk setiap pertanyaan. Game ini dimulai dengan menentukan perusahaan apa yang mau kita mainkan, yang disiapkan oleh game master ada 6 contoh game yang lumayan menarik tipenya (dari mulai klub olahraga, perusahaan game developer, sampai bisnis organisasi kriminal), bisa juga kita mainkan perusahaan/ide kita sendiri. Lalu dibagikan 10 kartu, jumlah setiap kategori/tahapnya disesuaikan pada kategori/tahapan mana perusahaan tersebut ingin difokuskan atau dikembangkan.

Kemudian pemain pertama mengambil kartu dan membacakan insight dan pertanyaan, kemudian pemain lain melakukan pitch jawaban mereka atas pertanyaan tersebut. Pemain dengan jawaban terbaik menurut pemain pertama, memenangkan kartu tersebut. Kemudian pemain kedua mengambil kartu berikutnya dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Lalu pemain ketiga dan seterusnya juga demikian. Pemenang adalah pengumpul kartu terbanyak alias yang pitch-nya paling sering menang.

Permainan ini bisa dibawa serius atau sekedar lucu-lucuan aja, tergantung tujuan kita mainnya.

Wujud Kartu Startup Game

Membantu Proses Ideation.

Game ini menurut saya keren banget. Game ini saya pakai beberapa waktu belakangan untuk proses menstrukturkan ide dalam tataran praktek, melibatkan tim dalam membuat desain perusahaan, juga untuk team building. Seru dan menyenangkan. Dan menurut saya bisa banget dipake untuk beragam jenis proses dan tujuan. Bisa dikombinasikan dengan beragam tools startup. Hal tersebut diaminkan juga oleh salah seorang game creator-nya dalam balasannya terhadap email saya.

Balasan Email

Namun, mau engga mau ini permainan, jadi mesti kompetitif. Dan menurut saya base-line rule game ini masih bisa di-improve. Jadi dibeberapa game terakhir saya coba tambahin rule versi saya. Saya kasih tau juga ke game creator-nya. Dan dia setuju-setuju aja.

Alasan.

Si saya cerita tentang ini sebenernya tujuannya sederhana. Mau ajak main bareng. Mau uji metode. Mau coba pake tools ini untuk hal yang lebih seru. Mau cari sebanyak-banyaknya sample dan ide bisnis, karena contoh disini cuma 6, saya dan temen-temen yang udah ngulik game ini paling baru bikin 3-4 ide baru untuk dimainkan. Rasanya kalau makin banyak yang partisipasi, bisa makin banyak ide. Jadi,, jadi kalau ada yang tertarik, dan mudah-mudahan banyak, email ke saya ya panji@ruangreka.com.

**

ditulis juga pada: http://ruangreka.com/the-startup-game/

Leave a Reply