Hari 20 Bulan 11 Tahun 2017

Langit biru, tanah merah.

Waktu berjalan, usia berhenti.

Mata bahas, tenggorokan mengering.

Tuhan berkuasa, aku tidak.

Berpisah, nanti juga bertemu. Insyaallah.

**

Hari ini, 20 November 2017, bapak meninggal. Yang paling berat bukan memandikannya, bukan mengangkat mayatnya, bukan menurunkannya ke liang kubur, bukan mengadzaninya. Tapi mengetahui itu adalah interaksi dan bentuk bakti terakhir yang bisa kubuat.

Mudah-mudahan aku sholeh, biar tidak terputus amalnya. Mudah-mudah nanti bisa bertemu. Mudah-mudahan di surga.

Give Back to Community

Lupa persisnya kapan, sepertinya sudah lebih dari 5 tahun saya mulai hobi scrolling-scrolling di 9GAG. Rasanya ada yang kurang kalau belum dapat daily dose of jokes dari 9GAG. haha.. Namun, selama ini di situ sekedar lihat-lihat aja, ngga pernah komen atau nge-post apapun.

Nah, beberapa hari yang lalu, ketika bangun tidur, tanpa ada rencana apa-apa, mendadak kepikiran posting. Kebetulan banget ada bahan untuk posting dan akhirnya nge-post deh. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun join.. Yeeaa!! 🎉🎉

Expecto Patronum. 20 Tahun Harry Potter dan Pengaruhnya.

Expecto Patronum.

Deskripsi: Mantra yang memunculkan sebuah inkarnasi dari perasaan terdalam kastor yang positif, seperti kebahagiaan atau harapan, yang dikenal sebagai Patronus.

26 Juni 2017 kemarin adalah tepat tahun ke-20 semenjak “Harry Potter and the Philosopher’s Stone” di Inggris pertama kali diterbitkan. Orang-orang pun ikut ramai membicarakannya di media sosial dengan tagar #20YearsHarryPotter. Saya sendiri sebenarnya termasuk pembaca setia Harry Potter (HP). Setiap serinya saya baca berkali-kali. Ketika liburan sekolah saya baca. Ketika terbit yang baru saya baca ulang lagi dari seri sebelumnya. Mungkin lebih dari 5 kali, mungkin lebih dari 10 kali, pokoknya berulang-ulang saya bacanya.

Lucunya, novel HP yang pertama saya baca bukanlah novel yang pertama, bukan “Harry Potter dan Batu Bertuah” (judul versi Indonesia), melainkan seri keempatnya yaitu “Harry Potter dan Piala Api”. Cerita belinya pun engga sengaja.

Waktu itu tahun 2001 atau 2002. Saya masih SMP di SMP 138 Jakarta. Lupa persisnya kelas 1 atau kelas 2 SMP. Teman saya Lanang (nama panggilan, nama aslinya dirahasiakan), Read More

The Startup Game

Ceritanya pertengahan maret dua bulan yang lalu saya pergi ke Sydney. Sebagai representasi Nuesto Tech, saya ikut short-course yang diselenggarakan oleh Australia Awards dan Queensland University of Technology yang mengulas tentang per-startup-an. Course-nya sendiri sebenarnya di tiga kota: Sydney, Adelaide dan Brisbane. Hanya untuk kepentingan cerita ini saya cerita Sidney-nya saja, karena memang bukan mau cerita tentang Course-nya. Maybe next time cerita tentang course-nya.

Sydney & Board Game.

Sebelum berangkat saya tahu dari beberapa kawan bahwa Sydney itu surganya Tabletop Game (istilah untuk permainan yang dimainkan di atas meja, seperti board game, card game, dice game, dsb). Cafe-cafe board game di sana hidup dan ramai. Katanya juga industri game publisher juga bersemi di sana, dan banyak game-game baru yang mungkin sulit dicari ada di sana. Jadilah ada juga teman yang nitip beliin. Inginnya buka jasa titip sih, tapi apa daya koper terbatas. Read More