Bagaimana memilih “Business Model” yang tepat?

“Business Model Terbaik adalah Business Model yang diterapkan dan dilakukan” – Ajie Santika

Kamis minggu lalu (12 April 2018) saya diberi kesempatan untuk sharing pada acara “Kopi Chat: How to Choose The Best Business Model” yang diadakan oleh Innovation Factory dan BLOCK71 di Eduplex Bandung.

Sebenarnya saya tidak suka diminta jadi pembicara dalam forum terbuka. Kesannya kalau pembicara tuh seorang yang expert gitu. Beban. Ilmu masih cetek, saya tidak tahu dan kenal siapa saja yang hadir, kalau salah ngomong atau salah interpertasi jadi repot. Kalau sekedar ngobrol-ngorbol tentang bisnis di warung kopi atau forum yang lebih terbatas saya oke-oke aja.

Tapi karena diajak oleh Mas Danang dari Innovation Factory, yang sebelumnya beliau juga hadir di event Ruangreka, jadi santunnya saya harus sowan balik dan memenuhi undangannya. Selain itu juga karena pembicara lainnya adalah Ajie Santika dari Tinker Games, yang saya juga sudah lama tidak bertemu, jadi pengen update dan silaturahmi juga. Dan tentunya dia ahli dibidang startup dan tema ini, jadi saya ngerasa ah aman lah.. Nanti kalau ada pertanyaan susah biar Ajie yang jawab. Wkwk..

**

Tema ini sebenarnya bukan pertama kali dibahas, sebelumnya saya pernah juga membawakan materi ini. Materinya banyak saya ambil dari materi program BEKUP dari BEKRAF dan pernah ngisi acara  di SBM ITB. Runutan cara berpikir saya dalam membahasnya juga sepertinya tidak berubah. Jadi dalam menjawab pertanyaan judul artikel ini saya jawab dengan empat langkah.

  1. Pahami bisnis/produk kamu. Apakah bisnis kamu menjual jasa atau produk? Apakah usahakan tipe B-2-B atau B-2-C atau C-2-C? Ketahui apa itu startup?
  2. Pahami logika berpikir BMC (Business Model Canvas). Bukan sekedar tahu dan hapal 9 block-nya. Pahami value dan segmentnya, karena produk yang sama dengan value yang berbeda, segmentnya bisa berbeda.
  3. Ketahui tipe-tipe Revenue Model (Bagaimana cara mendapatkan uang). Yang banyak saya kasih contoh pada bagian ini adalah revenue model untuk bisnis digital.
  4. Kombinasikan value dan segment dengan revenue model dan strategi growt business kamu untuk mendapatkan business model yang tepat.

Untuk lebih jelasnya silakan lihat materi presentasi saya kemarin di bawah ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *