Kenapa Short-Course Patut Jadi Pilihan

Setelah dipikir-pikir secara tidak sengaja saya terhitung termasuk sering ikut short-course. Kalau dijumlah waktunya secara keseluruhan mungkin sudah setera atau bahkan lebih dari waktu standar kuliah S2 di Inggris atau Belanda. Kenapa ya? Rugi ga sih?

Kalau ditanya rugi atau engganya, menurut saya bukannya sekedar engga rugi, tapi justru untung banget. Malah Rugi banget kalau engga pernah ikut short-course.

Malah kira-kira 2-3 minggu lalu saya sedang getol manas-manasin rekan-rekan mentor BEKUP (Bekraf for Pre-Startup) untuk daftar Short-Course tentang startup. Lalu minggu kemarin saya juga sempat ngobrol dengan kawan yang kerja di kantor Gubernur DKI yang kebetulan lagi ambil kuliah S2, saya juga merekomendasikan short-course padanya. Dan gegara diskusi-diskusi tersebut hari ini jadilah saya tuangkan sekalian saja di blog ini alasan kenapa bagi saya short-course itu patut jadi pilihan.

Awal mula

Awalnya ketika baru lulus kuliah, saya ikut course manajemen bisnis dan inovasi selama 3 bulan di Jerman. Waktu course pertama ini, saya ikut bukan dengan alasan yang saya punyai sekarang, melainkan ya standar anak fresh-graduate ingin cari pengalaman dan secara kebutuhan bisnis saya (waktu itu saya sudah mulai bisnis kecil-kecilan) juga pengen belajar tema tersebut secara lebih terstruktur. Bukan sekedar ilmu lapangan.

Kenapa saya sebut lebih terstruktur? Karena sebenarnya belajar kan sekarang mudah banget ya. Banyak banget literatur yang ada di Internet. Tinggal googling dan komitmen serta disiplin dengan waktu belajar. Cuma memang menurut saya konsep dan runtutan ilmu itu paling baik dan lengkap diajarkan di forum-forum formal. Dan itu adanya di kampus.

Lalu setelah pengalaman pertama itu, tahun depannya saya ikut course design thinking di Jerman lagi. Tahun depannya lagi ikut course media digital (waktu itu saya lagi garap Majalah Inovasi). Tahun depannya ikut course tentang inkubator bisnis dan akselerator. Tahun depannya lagi ikut course startup dari GIST Amerika. Tahun lalu ikut lagi course tentang international business dan startup dengan dari Australia Awards. Hampir tiap tahun!

Alasannya

Pertama: Waktu yang singkat

Sesuai namanya, short-course pasti waktunya pendek. Ini adalah dasarnya. Hampir semua alasan selanjutnya sebenarnya bisa diperoleh juga dengan long-course atau kuliah seperti pada umumnya. Namun kalau semua keuntungan dan previlege bisa didapat dalam waktu yang cepat buat apa berlama-lama?

Kedua: Ilmu cepat berkembang dan saya butuh praktis

Di dunia saat ini ilmu cepat banget berkembang. Apa yang kita pelajari dulu, jangankan yang social-science, yang natural-science saja ada yang berubah. Pluto dalam 15 tahun terakhir sudah 2 kali ganti status. Sebelum tahun 2006 Pluto dikatakan sebagai planet, setelah tahun 2006 Pluto dikatakan bukan planet, lalu 2016 Pluto kembali masuk kategori planet.

Padahal kan dari dulu juga jelas Pluto itu anjing. Pluto dari dulu dipelihara oleh Miki Tikus. Tikus melihara anjing?

Ah, cukup dengan pluto. Poin saya adalah ilmu berkembang.

Makanya saya coba catchup dengan ikut short-course rutin agar tersegarkan dengan pandangan-pandangan baru, ilmu-ilmu baru. Jadi kalau anda hanya belajar di kuliah (bergelar) lalu diam dan merasa pintar, maka anda bodoh.

Selain itu saya butuh ilmu-ilmu praktis. Karena saya terjun di dunia bisnis yang sebelumnya saya tidak kuasai ilmunya, maka saya harus belajar sambil jalan. Kadang juga belajar sambil jalan-jalan. Maka harus cepat, soalnya kalau bisnis ditinggal lama-lama maka keburu bubar.

Ketiga: Network dan previledge sebagai alumni Juga diperoleh

Semua previlege yang bisa diperoleh dari long-course hampir semua bisa kita dapatkan juga di short-course. Walau tidak semua short-course seperti itu. Saya contohkan yang tahun lalu saya ikuti dan bagus seperti short-course Australia Awards. Itu bagus banget.

Dari sisi kampus, kita dapat kampus yang terbaik di Australia. Dan ketika selesai short-course kita terhitung sebagai alumninya. Secara rutin dapat notifikasi tentang kegiatan kampus dan alumninya. Dapat berpartisipasi di kegiatan-kegiatan alumninya.

Dari sisi negara, kita diakui sebagai bagian dari global alumni Australia. Yang mana jejaring ini luas banget. Banyak banget info dan peluang-peluang yang tidak kita ketahui kalau kita bukan bagian dari jejaring ini. Termasuk bisa mengajukan proposal-proposal bisnis yang umumnya memang ada dana hibah untuk pengembangan bisnis atau riset untuk alumni.

Keempat: Jelas! Bisa menambah lingkaran pertemanan

Semakin bertambah usia sebenarnya semakin sedikit kemungkinan mendapatkan lingkaran pertemanan baru. Coba lihat lingkaran pertemanan yang kita punya dari grup whatsapp yang kita punya. Paling lingkarannya hanya teman sekolah (SD, SMP, SMA, Kuliah), teman kantor (grup sedivisi, grup proyek, grup tanpa bos), dan keluarga. Syukur-syukur kalau punya hobi, jadi bisa lingkaran beda dengan yang tadi-tadi, tapi kalau engga lingkaran kita terbatas disitu-situ saja.

Padahal ada pepatah “1000 teman tidak cukup”, dan saya sangat meyakini networth kita ditentukan oleh seberapa besar network kita.

Makanya kalau bagi saya, ikut short-course manfaatnya adalah bisa nambah lingkaran pertemanan. Jadi bisa ada lingkaran alumni jerman, bisa ada lingkaran alumni australi, bisa ada lingkaran media, bisa ada lingkaran alumni course A, course B dan sebagainya.

Kelima: Tidak ribet

Yang terakhir ini baru kepikiran, karena baru diskusi sama seorang teman yang sedang mau kuliah di luar negeri dan lagi ribet urus visa, pindahan, sekolah anak dan sebagainya. Nah, problematika ini tidak akan ditemui di short-course karena ya cuman sebentar, ga perlu sampe pindahan dan urus-urus administrasi yang melelahkan.

**

Ya ini pandangan saya aja agar short-course tidak melulu dipandang sebelah mata. Banyak kelebihannya dan patutlah dijadikan pilihan jalur menuntut ilmu juga.

Dan bagi saya, kalau ada kesempatan saya ingin juga sekolah S2 atau S3. Tapi tentunya dengan dasar ini, saya mungkin akan memilih kampus dan negara yang saya belum pernah short-course didalamnya. Biar networknya nambah.

One Reply to “Kenapa Short-Course Patut Jadi Pilihan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *