Orate Pro Nobis⁣⁣

Orate Pro Nobis⁣⁣

Bukanlah persamaan rumit yang terpahat di batu nisan seperti cerita saya tentang makam Boltzmann beberapa waktu lalu. Pun tidak perlu jauh-jauh ke Central Cemetery Zurich untuk melihatnya, cukup ke Komplek Pemakaman Umum Pandu yang ada di Bandung saja.⁣⁣
⁣⁣
Kalau kamu masuk Bandung melalui pintu tol pasteur, kamu akan bisa melihat komplek pemakaman ini di sebelah kanan jalan, tepat sebelum menaiki jembatan Pasopati. Tapi ada rahasia di komplek pemakaman ini. Setidaknya rahasia buat saya, yang baru saja terungkap pada penjelajahan saya kemarin.⁣
⁣⁣
Bahwa di dalam komplek pemakaman umum ini ada area khusus makam kehormatan milik Kerajaan Belanda yang dinamakan Ereveld. Di sana banyak dimakamkan korban-korban perang dunia ke-2, baik warga negara Belanda maupun pribumi yang merupakan bagian dari Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL).⁣⁣

Ereveld Pandu

Bahwa di dalam komplek ini ada makam Alex Mendur, yang juga merupakan fotografer peristiwa proklamasi, seperti kakaknya Frans. Salah satu hasiljepretnya yang terkenal adalah Foto Bung Tomo yang sedang berpidato di Lapangan Mojokerto di tahun 1947.

Makam Alex Mendur

Bahwa di dalam komplek ini ada makam CP Wolff Schoemaker, yang merancang banyak bangunan yang menjadi landmark di Bandung, seperti Sociëteit Concordia yang sekarang dikenal dengan Gedung Merdeka atau Museum Konferensi Asia Afrika di Braga. Beliau yang juga rektor ke-7 Technische Hoogeschool te Bandoeng, juga merancang Gereja Katedral Bandung & Masjid Besar Cipaganti.⁣⁣

Makam Wolff Schoemaker

⁣⁣Bahwa di dalam komplek ini ada makam Keluarga Ursone. Keluarga Itali yang membangun Lembangsche Melkerij, perusahaan susu lembang & peternakan sapi yang menjadi cikal-bakal peternakan sapi holstein yang ada di Bandung saat ini. Keluarga ini juga pernah menghibahkan tanah peternakannya seluas 6 hektar untuk pembangunan Observatorium Bosscha. ⁣⁣

Makam Keluarga Ursone


⁣Inilah keluarga yang di mausoleumnya terdapat pahatan bahasa latin yang ada di awal tulisan ini. Bahasa latin yang artinya “Doakanlah Kami”.⁣⁣
⁣⁣
Untuk mendoakan, walau tidak mesti tapi menurut saya mungkin akan bisa jadi lebih khusuk kalau kita kenal & tahu siapa yang kita doakan. Mangkanya saya menulis ini, mudah-mudahan bisa lebih mengenal mereka yang membentuk sejarah kita, mengingat mereka & karya-karyanya, lalu mungkin jadi bisa mendoakan mereka dengan lebih khusuk.⁣⁣
⁣⁣
**⁣⁣
⁣⁣
Penjelajahan ini diselenggarakan oleh @ceritabandung.id cek IG-nya untuk tur menarik berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *