Tentang Pancasila

Bahwa Pancasila adalah overlapping consensus, sebuah janji dan perjanjian, sebuah kompromi ideologis dari para Bapak Bangsa pada sidang BPUPKI yang bersedia merelakan sebagian dari cita-cita pribadi/golongan mereka untuk menciptakan satu negara dari Sabang sampai Merauke. Kita tidak boleh lupa.

Namun juga tidak boleh lupa bahwa Pancasila di bawah Orde Baru pernah jadi alat dan legitimasi untuk menghantam apapun yang mengancam monopoli kekuasaannya. Atas nama Pancasila dihantam Komunisme, “Islam politik”, serta segala usaha membendung kesewenangan Orde Baru dengan mengacu pada demokrasi dan HAM. Dengan kekecualian komunisme, tindakan itu salah.

**

Tulisan di atas idenya saya sarikan dari kumpulan tulisan/buku “Berebut Jiwa Bangsa” dari Franz Magnis-Suseno, khususnya tulisan dengan judul “John Rawls, Keadilan dan Pancasila”.

Saya baca buku tersebut jauh tahun 2009 yang lalu, sampai sekarang sebagian besarnya saya sepakat terhadap tulisan-tulisan Romo Magnis pada buku tersebut. Saya pikir patut ditulis kembali di  peringatan hari lahir pancasila tahun 2017 ini. Saya pikir bangsa ini sudah selesai dengan isu seperti ini sudah lama, entah kenapa malah mencuat lagi. Semoga jadi pengingat.

__

dipos juga pada: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10155445339068217&id=688803216

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *