Bade ka Bumi

Kalau di novel-novel inggris lama ia disebutnya eorthe. Dalam bahasa jerman disebutnya erde, dalam bahasa belanda disebutnya aarde, dalam bahasa arab disebutnya ardhi. Dalam bahasa indonesia ia dipanggil bumi. Kadang juga dipanggil dunia. Dengan pengucapan yang sama seperti dunya di lagu-lagu india atau turki. Hampir semuanya secara harfiah artinya tanah. Cuma kalau dalam bahasa sunda artinya rumah. Makanya dulu suka komentar kalau ada orang bilang “bade ka bumi”. Lah emang sekarang kita lagi dimana. ** Kira-kira lagi bicarain itu pas difoto.
Refleksi Sysiphus dalam Kehidupan Sehari-Hari

Adalah sebuah cerita mitologi Yunani, tentang orang yang dikutuk selama-lamanya mengulangi tugas yang sia-sia mendorong batu karang dari kaki gunung ke puncak gunung, lalu ketika sampai puncak batu itu bergulir jatuh kembali. Tugas itu diulang terus menerus olehnya tiap hari. Orang itu bernama Sysiphus. Yang menarik adalah apa yang dipikirkan Sysiphus pada momen ketika batu itu jatuh kembali. Setidaknya menarik bagi saya dengan penggambaran yang dilakukan oleh Albert Camus dalam esainya yang berjudul “Le Nythe de Sisyphe” (Bisa di googling). Dalam esai tersebut Sysiphus digambarkan turun ke kaki gunung dengan langkah berat karena Sysiphus sadar harus mengulangi mendorong batu itu lagi ke atas esok hari. Sysiphus sadar akan kutukan itu, dan menerima bahwa dia tidak bisa menolak takdirnya. Dan dalam momen itu mungkin saja Sysiphus hanya bisa menertawai keabsurdan keadaan itu dan memilih untuk berbahagia menikmati perjuangannya saja setiap hari tanpa mengharapkan adanya perubahan hasil. Mungkin kita semua punya batu karang yang setiap hari kita dorong sampai puncak sekedar untuk melihatnya jatuh kembali. Dan kita cukup bahagia saja dengan itu, tanpa mengharapkan hasil yang berbeda, sekedar menyadari betapa absurd nya kehidupan ini. Foto: Dalam rangka bosan menunggu KA Parahyangan terakhir malam ini, karena keabsurdan mendadak dalam memilih jadwal.
Seni

Diplomasi itu “seni” bernegosiasi. Politik itu “seni” kemungkinan. Kenapa yang rumit-rumit selalu diibaratkan sebagai seni? Padahal seni belum tentu mau diibaratkan. Padahal seni mungkin maunya juga yang sederhana. Foto: Pekan lalu saya dan @qiwii.official di acara Regional Conference on Digital Diplomacy yang diselenggarakan oleh @kemlu_ri dan @bekrafid.
Potret Ketemu Andy F. Noya

Ketemu Andy tapi lupa nge-Kick
Potret Serius Tertawa di Shenzhen

Serius tertawa.
Kalau Dilan 1990 Film Psikologi Thriller

Kalau seandainya Dilan 1990 adalah film psikologi thriller mungkin begini kira-kira trailernya. Lagi ga ada kerjaan, seharian di rumah dan jadilah. Hapunten ijin kang @pidibaiq @falconpictures_ cuma iseng aja dan tidak ada maksud mengganggu. #Dilan1990 #Dilan1991 #HariDILAN
10 Year Challenge

Menurut survey, 2 hal yang paling laris manis di awal tahun adalah timbangan dan membership gym. Dan menurut hot-list marketplace online, yang paling laku adalah barbel. Tapi saya tidak beli itu semua, karena sudah punya dan tidak dipakai. 😂 #10yearchallenge Usia 20 kini sudah 30. Tanda-tanda penuaan pun muncul. Terakhir saya sakit itu seinget saya pas operasi amandel waktu TK, kemarin demam dan batuk aja mesti bedrest 2 hari. Mungkin pengingat agar tidak dzalim terhadap haknya tubuh. Dan mudah-mudahan jadi penggugur dosa. Semoga ada 10 tahun,10 tahun, 10 tahun berikut-berikutnya lagi untuk bercerita dan mengambil hikmah. #UntukTuhanBangsadanLainlain
Ketemu Pak Brian Yuliarto

Tadi jumatan di Salman engga sengaja ketemu Dosen jaman kuliah dulu. Lalu diajak main ke kantornya terus ngobrol ngalor ngidul. Sekarang beliau sudah jadi Kaprodi S1 Teknik Fisika. Dulu saya cuma belajar di kelas beliau 3 sks. Mata kuliahnya Konversi Energi kalau tidak salah. Dan sayangnya saya belajarnya cuma sekenanya, jadi ilmu yang saya serap dari kelas sangat dikit, nilai B saja hasilnya. Di luar kelas saya saya pernah undang beliau jadi panelis di acara yang saya organisir. Agak-agak bernafas gerakan aktifisme acaranya. Saya undang beliau karena dulu ketika mahasiswa beliau juga aktifis. Ikut turun dalam gerakan 98 malah kalau tidak salah. Namun di sisi akademik nilainya tidak pernah tidak A. Cum laude: S1 ITB, S2-S3 Tokyo University. Canggih!! Sekarang beliau fokus di bidang energi dan nano teknologi. Sukses terus Pak Brian. Mudah-mudahan ada yang bisa kita kolaborasikan nanti.
Short Term Course Startup Australia Awards

Short term course bertema Startup yang diadakan oleh Australia Awards kini sudah masuk batch ke-4. Saya ikut bacth ke-2 tahun 2017 lalu. Kebetulan pre-course batch ke-4 ini diadakan di Bandung 2 hari yang lalu. Jadilah saya ikut-ikutan nimbrung datang. Ceritanya disuruh jadi alumni yang ngospek anak-anak baru. Padahal anak-anak barunya jauh lebih canggih dan keren-keren. 😂 Batch 1-3 diorganisir oleh Queensland University of Technology (QUT), dan batch 4 ini diorganisir oleh Flinders University. Karena beda kampus, ada beda pendekatan dalam pengajarannya ga ya? Jadi penasaran sendiri. Bagi yang mau tahu info-info course (short atau long term) lainnya dari Australia Awards bisa cek di http://australiaawardsindonesia.org Bagi yang belum tahu benefit short course mungkin perlu baca ini: https://panji.prabowo.id/kenapa-short-course-patut-jadi-pilihan/.#AustraliaAwards #AAI #ShortTerm #Startup #OzAlum @australiaawards