Tentang Jiwo

Jiwo atau Arjiwo adalah nama lain dari kegelisahan yang tak sempat disuarakan oleh Panji. Ibarat kaset, Jiwo adalah side-b yang lebih tenang, lebih peka, dan lebih berani dalam merayakan sunyi.

Jika Panji hidup di dunia terang, penuh struktur, dan logika, maka Jiwo tinggal di sela-sela malam, di kereta terakhir, di percakapan yang tak selesai. Ia muncul dari jeda, dari rindu yang tak tersampaikan, dari pertanyaan yang tak punya alamat.

Aku Baik-Baik Saja

Aku baik-baik saja, kataku. Padahal pedih sudah penuh di pelupuk mata, seperti hujan yamg mengantri turun di bulan Desember, menunggu satu alasan …

rasa sakit yang belajar bertahan lebih lama dari jam dinding, membuat malam tidak benar-benar tidur. langkah-langkah di depan pintu, mesin-mesin yang menyala …

Malam di kota orang yang membuat kita merasa abadi. Dan konsekuesn dari abadi adalah waktu tak lagi berarti. Maka sudahlah… Harusnya di …

Para Pelari Hujan

Tidak berhenti untuk dilihat, tidak melambang untuk disapa, karena di bawah derasnya, akhirnya para peljari hujan punya alasan untuk menangis tanpa perlu …

Tarawih

Tarawih dengan lampu-lampu yang padam, dan doa-doa menemukan jalannya tanpa perlu terang. ~21 Feb 2026~

Re: Indahnya Senyum Manismu

Jika senyummu datang hari ini, aku tak akan mengikatnya dengan harapan. Cukup kubiarkan ia lewat— seperti cahaya sore: indah, hangat, sebentar lalu …

Malam di kota orang, bersama mereka yang berada di barisan paling belakang. Mereka berdiri tanpa poster besar, tanpa kata-kata yang pandai. Tak …

Kemunafikan

“Makasih, mba” Sore tadi aku mengakhiri panggilan, dan kenyataan pahit menelanku pelan— bahwa manis hanyalah basa-basi. Kata disusun, senyum dipasang, empati diucapkan, …

Jim

Aku belajar benar dan salah bukan dari buku, tapi dari siapa yang duduk di sampingku meski saat dunia menyebutnya salah. ~21 Januari …

Malam di kota orang, kehilangan duduk di sebelahku, diam-diam menyesap sisa harap yang tak sempat kusembunyikan. Ia mengenyakkan duduknya, lalu berkata pelan: …

Sabtu Pergi Dengan Tergesa

Sabtu pergi dengan tergesa, padahal rindu tak tahu harus ke mana. Kota melambat, tapi jam-jam bergerak cepat, dan aku jadi ingat caramu …

Padahal Senja

Padahal senja bagiku hanyalah waktu ketika cahaya menyerah. Dan di antara jingga yang perlahan gugur, sepi menatapku lelah. ~7 November 2025~

Malam di kota orang, lampu-lampu berkedip seperti kenangan. Bayanganmu kadang masih lewat di jendela, dan aku masih menatap langit yang sama— meski …

Daisuki Da Yo

Meski waktu telah melunakkan degup itu,anehnya—setiap pagi aku jatuh cinta lagi.Pada caramu menatap kopi yang belum manis,atau tawa kecilmu pada lelucon yang …

Post Mortem

Sirine meraung,tapi bukan pertolongan yang datang,melainkan represi. Kau sebut itu prosedur,kami bilang itu ngawur. Di tepi jalan, tubuh terbujur,bukan lagi penumpang, bukan …

Hujan semalam sudah kering, tapi air mata di wajah masih basah. Pada siapa kita mesti percaya, bila penegak hukum melanggar hukum? Roda …

Sore

Baru kulihat sore, tadi malam. Ia datang dari senja-hitam kelam, berduka, lalu kembali membuatnya merah merekah, bahagia. Darinya aku belajar tentang cinta …

Idealisme Banal

Kau menulis dunia dari balkon apartemen Sambil menyeruput kopi dan memaki tanpa argumen. Katamu ingin damai, adil, bebas penindasan— Tapi tak pernah …

Rumah

Mau saja aku bicara tentang pelangi, atau hal-hal indah lain di bumi. Tapi semua itu cuma ilusi, yang datang setelah kutenggak penawar …

Aku duduk di tengah deras bukan karena ingin kuat, tapi karena tak ada tempat untuk jatuh tanpa terempas. Dan di antara hati …