Kupikir aku tahu apa itu sakit
Sampai nyawa ini kupaksa cabut sebelum waktunya
Kupikir aku tahu apa itu akhir
Sampai diri ini terpenjara 60 ribu tahun tanpa cahaya
Kukira gelap akan menenangkan
Bahwa luka akan reda saat kupejam
Tapi kini aku berakhir di keabadian
Dan hanya nyeri yang terus menjerat diam
Di sini, tak ada fajar, tak ada bayang
Hanya sunyi, dan gema namamu yang terbuang
Aku tak ingin menyakitimu
Kukira, pergiku meringankanmu
Ternyata hanya melayani egoku
Maafkan aku
Aku ingin menjerit, tapi tak punya suara
Aku ingin menebus, tapi tak punya tubuh
Aku ingin kembali—namun waktuku telah runtuh
Ulah pati bukan jalan pulang
Melainkan sesat yang panjang
Doakan aku, bila masih bisa
Biar kelak, bila gelap ini telah lunas
Aku akan kembali mencintai terang
Meski hanya setitik bias
~27 Mei 2025~