Panji Prabowo

Malam di kota orang,
lampu-lampu berkedip seperti kenangan.
Bayanganmu kadang masih lewat di jendela,
dan aku masih menatap langit yang sama—
meski bintangnya tak lagi kita hitung bersama.

Kau dulu bertanya, “Akankah kisahnya berakhir bahagia?”
Kini aku tahu, kebahagiaan tak selalu tentang bersama.
Kadang tentang menerima arah yang berbeda,
tentang tahu kapan berhenti, dan merela.

Terlintas juga di kepalaku,
semua yang pernah kita semogakan—
tak semuanya jadi nyata, tapi tak sia-sia.
Karena dari kehilangan pun, kita belajar mencinta.

Masih malam, masih di kota orang,
tapi aku tak lagi menunggu jawaban.
Hanya berharap di tempatmu ada cahaya,
seperti dulu, tatapanmu sebelum kita saling melupa.

~30 Oktober 2025~