Panji Prabowo

“Makasih, mba”
Sore tadi aku mengakhiri panggilan,
dan kenyataan pahit menelanku pelan—
bahwa manis hanyalah basa-basi.

Kata disusun,
senyum dipasang,
empati diucapkan,
tapi rasa tak pernah disertakan.

Penting terdengar peduli
selama tak perlu benar-benar peduli.
Penting tampak baik
tanpa harus berlaku baik.

Kepalsuan tak pernah lantang,
ia sopan,
mengucap salam,
lalu menutup pintu perlahan.

~23 Januari 2026~