Hujan semalam sudah kering,
tapi air mata di wajah masih basah.
Pada siapa kita mesti percaya,
bila penegak hukum melanggar hukum?
Roda keadilan berputar sembarangan,
melindas yang hanya mencari makan.
Aspal jadi makam,
sirine berubah ejekan,
dan keadilan kabur bersama permintaan maaf.
Katanya hukum untuk semua,
kenapa senjata hanya terarah pada sebagian saja?
Di jalan raya teriakan memekak,
tapi di balik gedung dan kursi empuk—sunyi.
Para pemimpin tak kekurangan janji,
tapi kehilangan hati nurani.
Dan celakanya,
nyawa rakyat kecil kembali jatuh malam tadi.
~29 Agustus 2025~