Panji Prabowo

Kau menulis dunia dari balkon apartemen
Sambil menyeruput kopi dan memaki tanpa argumen.
Katamu ingin damai, adil, bebas penindasan—
Tapi tak pernah melangkah dari lingkaran kenyamanan.

Di story, kutipan pejuang berserakan.
Di bio tertulis: agent of change kebanggaan.
Namun saat perlawanan sungguhan menjelang,
Kau sibuk menyunting wajah, lalu balik pulang.

Bicara revolusi dari ruang ber-AC,
Mengutuk perang sambil selfie kece.
Keadilan tinggal jadi caption
Empati dipoles—biar cocok untuk di-mention.

Sungguh idealisme yang banal:
Semangat yang viral, cepat lalu ditinggal.
Idealisme narsistik yang manis:
Rasanya puitik, tapi tujuannya bisnis.

Paling nyaring tapi tidak peduli
Paling ramai tapi tidak berarti
Dan idealisme—
kini cuma filter agar tak tampak basi

Kau bilang ingin mengubah dunia
Tapi takut kehilangan citra.
Kau bilang ingin bela yang tertindas
Tapi kalau ada peluang langsung balas “oke gas!”

Dan mungkin benar dunia bisa berubah,
Tapi bukan dengan narasi murah.
Sebab perjuangan bukan dekorasi,
Dan empati bukan estetika pribadi.

~25 Juni 2025~