Tentang Jiwo

Jiwo atau Arjiwo adalah nama lain dari kegelisahan yang tak sempat disuarakan oleh Panji. Ibarat kaset, Jiwo adalah side-b yang lebih tenang, lebih peka, dan lebih berani dalam merayakan sunyi.

Jika Panji hidup di dunia terang, penuh struktur, dan logika, maka Jiwo tinggal di sela-sela malam, di kereta terakhir, di percakapan yang tak selesai. Ia muncul dari jeda, dari rindu yang tak tersampaikan, dari pertanyaan yang tak punya alamat.

Ulah Pati

Kupikir aku tahu apa itu sakit Sampai nyawa ini kupaksa cabut sebelum waktunya Kupikir aku tahu apa itu akhir Sampai diri ini …

Tetap Hidup

Aku tak tahu apa yang kurasa Hanya gelisah yang berulang Dan doa-doa yang menghilang Terpendam diam di dalam hampa Setiap pagi Aku …

Setidaknya hari ini. Aku bukan penunggu cahaya, aku hanya pengarsip gelap. Tiap malam sibuk mencatat, apa-apa yang tak pernah selamat. Aku tak …

Dekorasi Inklusi

Aku dijemput dari sudut-sudut sunyi Duduk paling depan, disorot paling terang Kursiku didorong bukan untuk maju Tapi agar muat dalam bingkai story-mu …

Tua, Semakin Tua

Tua, semakin tua Dan waktu menjadi saksi bisu Dari mimpi yang tidak jadi nyata Sementara cermin bukan lagi tempat bercermin Tapi ruang …

Malam di kota orang bersama mereka yang enggan pulang di mana yang lelah hanya boleh berjalan pelan dan yang kalah hanya boleh …

Cerita pendek orang berumur panjang, tentang pagi yang datang dan malam yang berpulang, juga hari-hari yang terus berulang, tapi tak pernah sungguh …

malam di kota orang bersama waktu yang berulang dan mimpi-mimpi yang datang kini kembali pulang meninggalkan bimbang dan sesak yang terkenang berkali …

Malam di kota orang di mana yang benar boleh sewenang-wenang Sementara yang salah hanya boleh pasrah terjepit di antara bayang-bayang gedung tinggi …

Dan apabila bulan telah hilang cahayanya Maka hilang juga kata-katanya Kemudian gelap menelan bisikan sunyi Dan hati kembali kehilangan arti Dan kita …

Bismillahi Tawakkaltu

Ketika terbang hari ini aku tersadar bahwa betapa tidak berdayanya diri ini. Jika meledak atau jatuh tidak ada apapun yang bisa kupegang …

20 Tahun Munir

Hari ini sudah 20 tahun berlalu, tapi suaramu tak pernah bisu. Di setiap dinding yang tak terlihat, namamu terukir dalam sunyi yang …

Setiap kata menjadi gada. Menghantam tanpa jeda. Mencederai tanpa peduli. Memaki tanpa hati. Memerangkap diri dalam badai yang dibuat sendiri. Padahal di …

Kecuali Dia (2)

ternyata juli / ia kembali langitnya gelap / kemudian kudekap anginnya bersendalu / tangisnya silu buminya basah / air matanya bersimbah dan …

malam di kota orang ditermani air mata yang turun diam-diam menangisi ia yang berpulang malam-malam tanpa perpisahan juga tanpa teman-teman hanya tinggal …

Hari ini, kata-kata meratapi kehilangan, ketika kau pergi ke pangkuan himalaya. Bagaimana kau di sana? Apakah di merah matamu senja masih berlabuh? …

Padahal Perjuangan

Melulu dalam buku-buku sejarah, dalam lagu-lagu pujian, dia diangkat tinggi dalam nuansa kekaguman. Digambarkan dengan indah sebagai simbol keberanian. Diromantisasi menjadi panggung …

Rindu Rindu

Rindu rindu. Dan sajak-sajak yang tercipta darimu. Hingga waktu pun dikejar. Dan jarak pun hajar. Cerita dan cerita. Tentang penyair yang bahagia. …

Reruntuhan

Demikian bumi dipenuhi reruntuhan-reruntuhan sisa kerajaan-kerajaan yang pada masanya berjaya dan merasa akan abadi. Lalu kini apa yang membuat kita berpikir tidak …

Itu Bukan Tipemu

Tidak pernah kau seperti itu. Tidak seperti syair “duduk sini nak dekat pada bapak” Tidak. Itu bukan tipemu. Kau adalah yang bila …