Tentang Jiwo

Jiwo atau Arjiwo adalah nama lain dari kegelisahan yang tak sempat disuarakan oleh Panji. Ibarat kaset, Jiwo adalah side-b yang lebih tenang, lebih peka, dan lebih berani dalam merayakan sunyi.

Jika Panji hidup di dunia terang, penuh struktur, dan logika, maka Jiwo tinggal di sela-sela malam, di kereta terakhir, di percakapan yang tak selesai. Ia muncul dari jeda, dari rindu yang tak tersampaikan, dari pertanyaan yang tak punya alamat.

Lampu-Lampu Kota

Lampu-lampu kota dan mimpi-mimpi yang ada. Aspal yang basah dan igauan manusia yang resah. Adalah mereka diantara keriuhan lanskap kota malam ini, …

Penyesalan

Ditemani film layar lebar yang ditonton di layar sempit. Lalu ide-ide menjadi klise di ujung hari. Kenapa tidak kau cetak saja ia? …

Bulan september dan bau tanah sehabis hujan. Drama korea dan kopi hangat ditambah wafer cokelat. Adalah rasa dan perasaan yang familiar. Sebentar …

Hikayat malam yang lupa pada siang. Ia rasa ada yang kurang, tapi tidak tahu ia apa yang hilang. Kemudian jarak dan waktu …

Tinggal

Tinggal katanya diam. Tapi kenapa meninggalkan itu pergi. Tinggal juga katanya masih ada. Tapi kenapa meninggal itu mati.   ~25 Agustus 2020~

Dari Lubang Hitam

Garis jadi samar kemudian waktu melengkung dan berputar. Disparitas menjadi semu, tapi bukan gelap yang ada. Ia menggeser merah ke biru dan …

Aku Sekali

Pagi sendu dan 125 kilometer ditemani suara yang itu-itu saja di siniar. Aku sekali. ~14 Agustus 2020~

Kecuali Dia

Bulan penuh malam ini di langit siliwangi. Dan suara minor yang terbawa angin. Tempo-tempo hilang dan kembali tanpa pernah bilang-bilang. Dan perempuan …

Novel (2)

Ingin kubaca tapi kenapa tidak boleh dibuka? Padahal ini bukan esai, ini Novel yang belum selesai. Yang ceritanya bukan tentang penghakiman, melainkan …

Novel

Padahal mata yang disiram, tapi hukum yang terpejam. Bukan hal yang baru kami sudah lama tahu, tapi dulu ia yang tabu kini …

Hai juni, katanya hujanmu di tahun 1989 itu tabah? Bawalah sedikit kemari, kami lagi rindu. Hai juni, katanya hujanmu di tahun 1989 …

Sebentar lalu aku marah. Kemudian aku sudah lelah marah. Tapi sekarang belum waktunya berdamai. Maka aku diam. Belum tahu nanti kalau aku …

Ramadhan & Covid

Pagi tenang bulan sembilan. Kemudian hilang yang dirindukan. Karena hari-hari kini samar, hanya kemarin, besok dan hari ini di kalender. ~28 April …

Malam-Malam Seperti Ini (2)

Kemudian malam-malam seperti ini melegitimasi suara-suara di kepala untuk berisik dan mengusik tuannya. Sekarang sudah besok lalu tidur kehilangan tujuannya. ~21 Feb …

Terlalu Banyak

Terlalu terlalu banyak perasaan, terlalu banyak pemikiran dan terlalu banyak wajah pada dunia yang biner ini. Pemrosesannya tidak sampai. ~5 Feb 2020~

Pilih-Pilih

Yakin Tuhan Maha Mendengar ketika berdoa, lupa Tuhan Maha Melihat ketika berdosa.   ~21 Des 2019~

Kereta berangkat dan angin berlalu. Timur ditinggal dan bintang tidur satu-satu. Katanya nyala juga akan gelap. Katanya tanah retak lalu menggersang. Katanya …

Sisa-Sisa Sejarah

Seperti anjing, mereka menjilat hingga liurnya menetes kemana-mana. Tapi tidak seperti anjing, mereka tidak kenal loyalitas dan kata setia. Buang saja orang-orang …

Permisif

Sebenarnya aku mencari yang ringan-ringan saja. Tidak ku menolak menunduk, hanya kujadikan tujuanku di tanah, agar menundukku ada arti. Tidak ku belok …

Tidak harus, tetapi boleh. Bukan karena biasa dan sering, lalu menjadi benar. Benar adalah betul yang tidak terbatas oleh lazim dan waktu. …