Panji Prabowo

Baru kulihat sore, tadi malam.
Ia datang dari senja-hitam kelam, berduka,
lalu kembali membuatnya merah merekah, bahagia.

Darinya aku belajar tentang cinta dan waktu
tentang cinta yang tak hilang oleh waktu,
meski seratus, atau sepuluh ribu kali pun berlalu.

Darinya aku belajar tentang menerima dan memaafkan
tentang menerima yang bahkan tak termaafkan.
Meski berat, melepaskan ternyata bisa menenangkan.

Darinya aku belajar tentang pergi dan kembali
tentang boleh saja pergi, asal jangan lupa kembali.
Meski lelah, pulang ternyata selalu dinanti.

~12 Juli 2025~