Panji Prabowo

'Mbok yo sing full senyum sayang ben aku semangat berjuang'

Baader–Meinhof phenomenon atau biasa orang lebih kenal dengan frequency illusion adalah sebuah fenomena dimana setelah kita terpikir atau engeh akan sesuatu maka tiba-tiba sesuatu itu jadi sering muncul di sekitar kita.

Misal tiba-tiba kepikiran mau beli bakso, tiba-tiba muncul aja tuh tukang bakso di sepanjang jalan. Sering kejadian juga pada iklan, atau dalam konteks ini juga pada lagu. Begitu saya tahu ada lagu itu, tiba-tiba lagu itu berkumandang terus di sekitar—walau mungkin karena saya lagi di Jogja juga ya.

Frequency illusion itu satu hal. Hal lain juga yang menjadi alasan adalah menarik untuk mengamati bahasa komunikasi kaum marjinal. Walaupun tidak tepat juga ya istilah marjinal karena marjinal itu kesannya kecil secara jumlah dan terpinggirkan, sedangkan ini mungkin sebaliknya.

Terlepas dari itu poin saya mengenai bahasa komunikasi adalah mengenai hubungan cinta antar kelas dan perjuangannya yang melulu jadi tema pembahasan.

Misal seperti ‘pancene koe pa*u, nuruti ibumu, jarene ra ninja ra oleh dicinta’ atau ‘Koe rasah sok mutusi, aku ra neng endi-endi aku lungo amung golek rejeki’

Tapi pun demikian kalau dipikir-pikir secara tema dua contoh sebelumnya secara beruntun apa bedanya dengan ‘katakan pada mama cinta bukan hanya harta dan tahta’ atau ‘gina works the diner all day working for her man she brings home her pay’. Hanya pada tingkat kelugasannya saja sepertinya.

Ah yasudahlah..Wong ko ngene kok dibanding-bandingke, saing-saingke, yo mesti kalah.