Panji Prabowo

Dalam film Midnight in Paris karakter Owen Wilson memiliki ketertarikan atau malah kerinduan yang mendalam pada periode 1920an. Kerinduan yang aneh sebenarnya karena dia tidak pernah merasakan hidup pada periode waktu tersebut.

Orang-orang di keilmuan psikologi menamai itu sebagai historical nostalgia. Kontras dengan personal nostalgia yang melulu berkaitan dengan kenangan.

Contoh sekarang di bulan Desember, dan pada orang-orang dari periode 90an muncul perasaan nostalgia terhadap film Home Alone. Perasaan tersebut muncul karena kenangan mereka di waktu seperti ini pada liburan akhir tahun dulu menontonnya Home Alone. Itu personal nostalgia.

Historical nostalgia tidak berkaitan dengan kenangan personal. Mungkin bisa dikatakan akibat dari imajinasi atau fantasi akan pesona dari periode waktu tertentu di masa lalu.

Kalau secara psikologis mungkin hal ini ada relasinya dengan perasaan sinis atau ketidakpuasan pada masa kini. Seperti yang disebut salah satu karakter dalam film tersebut juga “Nostalgia is denial of the painful present”.

Untungnya karakter Owen Wilson berkesempatan bisa menjelajah waktu kembali ke periode masa yang idam-idamkan. Dan akhirnya —maaf spoiler buat yang belum nonton— sadar kalau ternyata masa itu juga tidak seindah yang ia bayangkan, dan masa kini tidak seburuk yang ia nilai.

Tapi walau kita tidak seberuntung Owen Wilson untuk bisa menjelajah waktu ke masa lalu, mudah-mudah kita bisa sebijak dia dalam mengambil hikmahnya.

Sewaktu di Berlin Computerspiele Museum September 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *