

“Bagaimana membuktikan mens rea?” adalah pertanyaan yang saya tuliskan beberapa waktu yang lalu pada aplikasi Chat Generative Pre-training Transformer (GPT). Memang kalau lagi resah saya sering iseng-iseng bertanya ke ChatGPT.
Biasanya bukan jawaban yang benar yang saya cari, melainkan lebih kepada penstrukturan pikiran saja. Buat saya menanyakannya lebih penting daripada mendapatkan jawabannya apalagi kepada chatGPT.
“Actus reus non facit reum nisi mens sit rea” adalah frase populer dalam common law yang artinya “tindakan tidak membuat seseorang bersalah kecuali niatnya jahat”.
Itu yang membuat saya resah. Bagaimana manusia membuktikan mens rea (niat jahat), sementara malaikat saja hanya diminta mencatat tindakan.