Seminggu terakhir ini ramai orang bermain-main dengan Avatar AI, Dall-E, ChatGPT atau juga Playground OpenAI. Cukup banyak setidaknya berdasarkan yang berseliweran di group whatsapp dan feed instagram saya. Tapi nyatanya memang salah satu yang saya sebut itu mendapatkan 1 juta pengguna semingguan ini. Biasanya teman-teman berkomentar seputar kekaguman atas kecanggihan, potensi pemanfaatan, ketakutan atas disrupsi yang mungkin terjadi atau sekedar ikut seru-seruan saja. Umumnya begitu, termasuk saya.

Juga seminggu yang lalu saya diajak untuk berdiskusi dengan teman-teman inovator muda. Tidak banyak, cuma 10 orang yang menjadi finalis National Youth Science & Technology Awards yang dipilih oleh Kemenpora, tapi datanya hampir 400 inovator yang mendaftar. Diskusi kami berkisar tentang siklus inovasi, bagaimana membuat inovasi yang dipakai masyarakat, cara biar berkelanjutan dan berdampak. Karena itu umumnya yang jadi concern, termasuk saya juga.
**
Di atas itu hanyalah cerita 2 kejadian yang tidak berhubungan yang saya tuliskan dalam satu caption yang sama dengan pola yang mirip. Bukan maksud untuk membahas 1 juta vs 400 atau banyaknya pengguna vs sedikitnya inovator. Karena khittahnya memang begitu.
Walau memang kalau mau dibahas takutnya ujungnya seperti jawaban normatif politisi pada umumnya ‘ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama’. Pun demikian mungkin perlu dibahas cara meningkatkan gairah dan jumlah inovator dan inovasinya, mungkin juga perlu dibahas cara meningkatkan innovation readiness level nya biar ramai dan juga seru, dan mungkin juga paling dasarnya perlu dibahas cara memperbaiki infrastrukturnya. Tapi tidak usah sekarang. Sekarang sudah adzan Isya. Sekarang cukup seperti perlakuan saya terhadap pintu ketika keluar ruang rapat ber-AC, saya tutup saja.
