Panji Prabowo

Omicron & Pantai Glenelg

Glenelg Beach sirca 2017 Di waktu-waktu seperti ini, kalau di utara lagi dingin-dinginnya di selatan justru kebalikannya. Tapi memang atmosfirnya pantai naturalnya santai. Ini jauh, jauh sebelum pulang dari luar negeri harus karantina dulu. Pun demikian katanya barusan di Kabupaten Bandung sudah masuk omicron.

Catatan dari Monitoring Inkubator Bisnis PNS Sambas

Riuh ramainya dunia startup juga terbawa ke sampai institusi riset dan teknologi, dan membuat researcher juga ingin berbisnis. Tidak salah tentu saja. Di satu sisi malah ini bagus, karena mendorong applied research, mendorong komersialisasi teknologi. Walau mudah-mudahan tidak sampai menganaktirikan basic research. Tapi di sisi lain, hasrat berbisnis ini juga membuat lupa. Lupa yang pertama, lupa kalau komersialisasi teknologi jalannya bukan cuma jadi bisnis yang dijalani sendiri, bukan cuma jadi spin-off atau jadi startup. Ada licensing. Walau ada juga yang ingat, tapi narasinya adalah “mending dijalani sendiri, daripada dibagi-bagi duitnya.” Hei tunggu dulu.. Ini berkait dengan lupa yang kedua, yang lebih sering dilupai lagi. Yaitu berbisnis itu bukan cuma tentang membuat produk atau teknologi yang baik, ada manajemen orang, ada manajemen uang, ada manajemen pemasaran, dll. Lebih baik bijak dalam membandingkan risk dan opportunity cost-nya. Resiko jika berbisnis bagaimana dan juga peluang jika tetap meriset dan melisensi saja bagaimana. Ini utamanya menjadi catatan untuk saya sendiri juga sih. ** Foto sewaktu monitoring ke inkubator bisnis di kampus Politeknik Negeri Sambas beberapa hari lalu.

Minggu sore kemarin

Minggu sore kemarin ditemani kopi dan diskusi seru tentang transfer teknologi, inkubator bisnis dan manajemen inovasi bersama Pak Kristanto Santosa dan tim @altek.id @budisoewondo @n.pridana @maryen.aulia

Potret Pecinan Jakarta

Walaupun pecinan biasanya dekat pasar dan secara alamiah terbentuknya. Tapi tidak apalah, jadi tidak perlu ke penang, KL atau singapura cukup ke #chinatown #pantjoranpik

Kamu Jatuh Cinta yang Mana?

Kata ERK, jatuh cinta biasa saja. Berpegangan tangan tak perlu berpelukan. Kalau rindu menggebu, kita menunggu. Kata JKT48, rapsodi ini bermuara di fajar hati. Ketika kelingking berjanji, jari manis jadi saksi. Bahagia.

Potret Kangen Kesasar di Berlin

Tiba-tiba kangen kesasar di Berlin waktu Oktober 2017 ** Pas ternyata hari ini 3 oktober diperingati sebagai Deutsche Wiedervereinigung atau reunifikasi Jerman. Ketika GDR (Jerman Timur) menjadi bagian dari FRG (Jerman Barat). Berlin memang jadi kota yang paling tepat buat wisata sejarah apalagi yang tertarik dengan sejarah PD 2 dan turunan-turunannya. Dan Oktober juga bulan yang paling tepat buat jalan-jalan ke belahan bumi bagian utara. Inginnya kesasar lagi ke sana.

Anda ini kerjanya duduk saja.

Anda ini kerjanya duduk saja. Sana keluar ke Malaka atau ke Italia atau ke Argentina sekalian. Ada garis tangan bukan berarti berpangku tangan. Ada jalan itu di depan, coba Anda tapaki. Siapa tahu menuju esok hari. Ah sudahlah. Minggu saya ke unpad Anda ikut sajalah.

Ngecap: How to Pitch Your Product

Ngecap, dengan bunyi e pepet seperti pada kata ‘lemak’, adalah bentuk tidak baku dari kata yang bisa berarti memberi cap (contoh: Pak RT mengecap surat dinas) atau juga bisa berarti merasakan/mengenyam (contoh: Pak RT pernah mengecap pendidikan di Finlandia). Tapi kalau Ngecap disuarakan dengan bunyi e taling seperti pada kata ‘petak’, itu jadi istilah untuk bicara yang lebih menjurus pada membual atau jualan (contoh: Dia jago ngecap). Mungkin asalnya dari ‘memberi kecap’, yang kalau dalam makanan jadi lebih manis. Nah terkait ‘Ngecap’ yang kedua, terutama dalam konteks jualan (marketing dan sales) saya punya 2 tipe yang saya suka pakai. Yang pertama, mungkin istilahnya bisa disebut Jualan Obat. Karena formatnya kurang lebih seperti tukang obat kalau jualan: Paparkan masalah, kasih solusi, tunjukan efek obatnya. Tipe ini simpel banget, dan formatnya bisa dipakai dalam banyak kondisi dan sudut pandang. Contoh yang paling mudah diciriin adalah pemakaian tipe ini pada format iklan 30 detik. Contoh ada tukang ojek tiba2 bilang: “aduh pala Sy sakit.” Lalu ada orang out of nowhere nyaut: “minum Bodrex dong.” Dan tukang ojek kembali menanggapi: “Wah thx sy jadi bisa narik lagi.” Contoh yang serupa untuk iklan Promag atau juga dalam iklan Sensodyne (slide 2). Tipe Jualan Obat ini sebenarnya bisa jadi bentuk simplifikasi dari konsep 3 Babak yang umum ada di cerita-cerita atau film-film yaitu: Setup, Confrotation lalu Resolution. Nah tipe yang kedua yang saya suka, lebih plek-plekan lagi ngambil formatnya dari film, persisnya Film Pixar. Hampir semua film Pixar (dan Disney) mempunyai format seperti yang ada di slide ke-3 gambar yang saya post di atas. Lalu karena sudah dipanggil untuk makan malam, jadi saya tidak lanjutin nulis postingan ini. ✌️ ** Foto diambil di Jakarta Creative Hub bulan lalu, ketika saya membawakan materi “How to Pitch Your Product” yang salah 2 slidenya ada di gambar.

Before I die

Kalau kata Mondo dalam senandung Apatis-nya, “Sudah lahir, sudah terlanjur, mengapa harus menyesal? Hadapi dunia berani. Bukalah dadamu, tantanglah dunia, tanyakan salahmu wibawa.” Foto dari depan Trinity Church Adelaide diambil ca. Maret 2017.