Tentang Jiwo

Jiwo atau Arjiwo adalah nama lain dari kegelisahan yang tak sempat disuarakan oleh Panji. Ibarat kaset, Jiwo adalah side-b yang lebih tenang, lebih peka, dan lebih berani dalam merayakan sunyi.

Jika Panji hidup di dunia terang, penuh struktur, dan logika, maka Jiwo tinggal di sela-sela malam, di kereta terakhir, di percakapan yang tak selesai. Ia muncul dari jeda, dari rindu yang tak tersampaikan, dari pertanyaan yang tak punya alamat.

Jakarta Dibenci

Jakarta dibenci sekaligus dicintai. Atas ketimpangan, juga atas peluang yang diberikannya. Atas peluh dan keringat, juga atas impian-impian yang terwujud. Tidak ada …

6.46 pagi waktu bandung bagian utara. Matahari masih di timur tapi hangatnya mengudara. Tanjakan miring 45 hajar saja. Karena paduan tawa, letih …

Malam di distrik sentani timur. Lebih malam dari malam di jakarta timur. Karena kala malam jadi berbeda. Karena sangkakala jadi perang mahabharata. …

Juliari

Dan lambang satria berkubang satir. Ia lalu tumbang satu-satu. ~23 Agustus 2021~

Untuk Bu Fatmawati

Bu, aku mau mengadu. Anak cucumu tidak tahu malu. Besok upacara bukan bendera yang kau jahit yang dikibarkan, tapi baliho-baliho bersayap yang …

Di samping kantor walikota ada pengemis miskin papa. Bajunya kumal, mukanya kusam, taman kotanya indah. Di bangku trotoar di bawah kanopi cantik …

Dia butuh kata-kata. Kata-kata yg bisa membuat bunyi berisik meteran listrik yg minta diisi berhenti. Kata-kata yg bisa membuat istrinya yang mengomel …

Malam Menjadi Marginal

Malam menjadi marginal. Untuk cahaya lampu yang ikut terpendar. Untuk suara kencang yang hanya di kepala. Untuk garis-garis batas yang menjadi tidak …

Lagu-lagu Jakarta

Dinyanyikan para pejuang yang nadanya sumbang. Diiringi kemacetan dan orang-orang yang pulang. Temanya jalan-jalan besar bertrotoar padahal cuma repertoar. Suara masyarakat kecil …

Kulihat anak-anak yang berlari berdulu-duluan di jalan gelap ini. Mereka takut menjadi yang paling belakang di rombongan. Lalu kulihat bukannya gelap yang …

Itu yang Kurindu

Suara tv yang hanya menjadi latar, dan sofa oranye yang sisinya penuh cakar, dan wastafel penuh piring kotor sehabis makan malam, dan …

Langka

Mencari ide dari kuliah tentang etestika. Dan restoe bumi yang kutunggu mengalun di senarai. Kenapa malam-malam seperti ini menjadi langka.   ~26 …

Lampu-Lampu Kota

Lampu-lampu kota dan mimpi-mimpi yang ada. Aspal yang basah dan igauan manusia yang resah. Adalah mereka diantara keriuhan lanskap kota malam ini, …

Penyesalan

Ditemani film layar lebar yang ditonton di layar sempit. Lalu ide-ide menjadi klise di ujung hari. Kenapa tidak kau cetak saja ia? …

Bulan september dan bau tanah sehabis hujan. Drama korea dan kopi hangat ditambah wafer cokelat. Adalah rasa dan perasaan yang familiar. Sebentar …

Hikayat malam yang lupa pada siang. Ia rasa ada yang kurang, tapi tidak tahu ia apa yang hilang. Kemudian jarak dan waktu …

Tinggal

Tinggal katanya diam. Tapi kenapa meninggalkan itu pergi. Tinggal juga katanya masih ada. Tapi kenapa meninggal itu mati.   ~25 Agustus 2020~

Dari Lubang Hitam

Garis jadi samar kemudian waktu melengkung dan berputar. Disparitas menjadi semu, tapi bukan gelap yang ada. Ia menggeser merah ke biru dan …

Aku Sekali

Pagi sendu dan 125 kilometer ditemani suara yang itu-itu saja di siniar. Aku sekali. ~14 Agustus 2020~

Kecuali Dia

Bulan penuh malam ini di langit siliwangi. Dan suara minor yang terbawa angin. Tempo-tempo hilang dan kembali tanpa pernah bilang-bilang. Dan perempuan …